SMA PRESTASI PRIMA
SMA PRESTASI PRIMA
TKA BAHASA INGGRIS
Latihan Soal TKA
Selasa, 22 Sep 2026 - 19.14
TKA BAHASA INGGRIS

1. Read the text and answer the question!"Many schools are now integrating passion projects into their weekly schedules. These projects allow students to pursue personal interests, from coding to community gardening. Proponents argue that these projects transform learning because they empower youth to take ownership of their education. Despite some critics worrying about academic time lost, schools find that motivated students actually show better focus and improved overall productivity."Question:What is the function of the word "Despite" in the sentence "Despite some critics worrying about academic time lost..."A. To show a sequence of eventsB. To indicate a cause-and-effect relationshipC. To show a contrast between two opposing conditionsD. To add supporting information to the main argumentE. To explain the ultimate goal of the project2. Read the text and answer the question!Should Schools Teach Students How to Use Artificial Intelligence?Artificial intelligence (AI) is becoming increasingly common in education. Students can now use AI tools to generate ideas, explain difficult concepts, and receive feedback on their writing. While some people believe that these tools may encourage students to become dependent on technology, schools should teach students how to use AI responsibly rather than simply prohibit it.First, understanding how AI works can help students become more critical users of information. AI tools can produce convincing answers that contain inaccurate or misleading information. If students are taught to question AI-generated responses, check information against reliable sources, and recognize possible biases, they can use the technology without automatically trusting everything it produces.Second, learning to use AI responsibly can prepare students for their future studies and careers. AI is already being incorporated into various professional fields, and its role is likely to continue expanding. Students therefore need more than technical skills. They also need to understand when using AI is appropriate, how to acknowledge its use, and why human judgment remains important.However, teaching responsible AI use does not mean allowing students to use AI for every assignment. Some learning activities are designed to develop independent thinking, writing, or problem-solving skills. If students rely on AI to complete these tasks, they may lose opportunities to develop those abilities themselves. Teachers should therefore establish clear guidelines about when and how AI tools may be used.Schools cannot prevent students from encountering AI simply by banning it. Instead, education should help students understand both its potential and its limitations. By teaching responsible use while protecting opportunities for independent learning, schools can prepare students to use AI as a tool without allowing it to replace their own thinking.Question:What is the author's main argument in the text?A. Schools should prevent students from using AI because it can provide inaccurate information.B. Students should be allowed to use AI for all school assignments to prepare for future careers.C. Schools should teach students to use AI responsibly while maintaining opportunities for independent learning.D. AI should replace traditional learning methods because it provides faster feedback and explanations.E. Students should learn how to develop AI technology before using it for educational purposes.

Kebudayaan Austronesia sebagai Akar Peradaban Nusantara: Ornamen pada Nekara dan Artefak Perunggu Lainnya
Literasi Digital
Senin, 21 Sep 2026 - 22.48
Kebudayaan Austronesia sebagai Akar Peradaban Nusantara: Ornamen pada Nekara dan Artefak Perunggu Lainnya

Austronesia sebenarnya adalah istilah ciptaan para sarjana ketika mereka harus menjelaskan adanya kebudayaan awal dalam masa prasejarah yang berkembang di kawasan Asia Tenggara. Bukti-bukti adanya kebudayaan masa prasejarah yang mempunyai kemiripan tersebut tersebar di berbagai wilayah di Asia Tenggara daratan, kepulauan Indonesia, Filipina, Taiwan, di pulau-pulau Pasifik hingga kepuluaan Fiji, ke barat bukti-bukti tersebut dapat ditemukan hingga Pulau Madagaskar di pantai timur Afrika.Kebudayaan Austronesia didukung oleh orang-orang dinamakan saja orang Austronesia, tentunya mereka awalnya menetap di suatu wilayah tertentu sebelum melakukan diaspora ke berbagai wilayah lainnya dalam rentang area yang sangat luas. Para ahli dewasa ini menyatakan bahwa migrasi orang-orang Austronesia kemungkinan terjadi dalam kurun waktu 6000 SM hingga awal tarikh Masehi. Mengenai tempat menetap orang-orang Austronesia pada awalnya, masih menjadi diskusi hangat dari para ahli.Pendapat yang sampai sekarang masih mendapat sokongan kuat adalah bahwa mereka awalnya menetap di wilayah Cina selatan. Akibat mendapat desakan dari pergerakan bangsa-bangsa di Asia Tengah, orang-orang pengembang kebudayaan Austronesia bermigrasi dan akhirnya menetap di wilayah Yunnan, salah satu daerah di Cina Selatan. Kemudian berangsur-angsur mereka menyebar memenuhi seluruh daratan Asia Tenggara hingga mencapai pantai. Selama kehidupannya di wilayah Asia Tenggara daratan sambil mengembangkan kebudayaannya yang diperoleh dalam pengalaman kehidupan mereka.Pada sekitar tahun 3000-2500 BC, orang-orang Austronesia mulai berlayar dari pedalaman Cina selatan daerah Yunnan menyeberangi lautan menuju Taiwan dan kepulauan Filipina. Diaspora Austronesia berlangsung terus hingga tahun 2500 SM mereka mulai memasuki Sulawesi, Kalimantan dan pulau-pulau lain di sekitarnya. Dalam sekitar tahun 2000 SM kemungkinan mereka telah mencapai Maluku dan Papua. Dalam masa yang sama itu pula orang-orang Austronesia dari daratan Asia Tenggara berangsur-angsur memasuki Semenanjung Malaysia dan pulau-pulau bagian barat Indonesia. Migrasi ke arah pulau-pulau di Pasifik berlanjut terus hingga sekitar tahun 500 SM hingga awal dihitungnya tarikh Masehi.Pendapat tersebut dikemukakan oleh H.Kern seorang ahli linguistik dan didukung oleh W.Schmidt (antropolog), P.V.van Stein Callenfels, Robert von Heine Geldern, H.O.Beyer dan R.Duff (arkeolog). Memang hingga sekarang ini pendapat yang menyatakan bahwa tanah asal orang Austronesia adalah daratan Asia Tenggara dan Cina selatan (Yunnan) masih banyak pendukungnya, walaupun akhir-akhir ini juga mengemuka pendapat baru yang dicetuskan oleh para pakar lainnya.Pendapat lain pernah digagas oleh I.Dyen (1965) seorang ahli linguistik, berdasarkan metode lexico-statistik ia kemudian menyimpulkan bahwa orang penutur bahasa Austronesia berasal dari Melanesia dan pulau-pulau di sekitarnya. Dalam masa prasejarah mereka menyebar ke barat ke arah kepulauan Indonesia dan daratan Asia Tenggara, dan juga ke Pasifik selatan (Keraf 1991: 9—10).Pendapat yang kini populer adalah tentang “Out of Taiwan” yang menyatakan tempat asal orang-orang Austronesia adalah Taiwan. Pendapat ini semula dikemukakan oleh Robert Blust berdasarkan kajian terhadap bahasa-bahasa dalam rumpun Austronesia. Ia juga mengadakan kajian terhadap proto-bahasa Austronesia yang berkaitan dengan flora, fauna, dan gejala alam lainnya. Maka kesimpulannya adalah bahwa tempat asal penutur bahasa Austronesia adalah Taiwan (Blust, 1984-85, 1995). Pendapat Blust tersebut kemudian mendapat dukungan dari penelitian arkeologi Peter Bellwood, walaupun terdapat sedikit perbedaan dalam hal kronologi munculnya bahasa Austronesia, namun keduanya mempunyai pendapat yang sama tentang tahapan migrasi Austronesia, sebagai berikut:Migrasi petani prasejarah dari Cina ke Taiwan (5000—4000 SM), mereka belum berbahasa Austronesia. Setelah lama menetap barulah mengembangkan bahasa Austronesia.Migrasi dari Taiwan ke Filipina (sekitar 4000—3000 SM), mereka mengembangkan bahasa yang disebut Proto-Malayo-Polinesia.Migrasi dari Filipina ke arah selatan dan tenggara (3500 SM—sebelum 2000 SM), menuju ke Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku utara.Migrasi dari Maluku ke arah selatan dan timur (3000 SM atau 2000 SM), mencapai Nusa Tenggara dan pantai Utara Papua Barat. Dalam pada itu orang Austronesia yang telah menghuni Kalimantan sebagian bermigrasi ke arah Jawa dan Sumatera.Migrasi dari Papua ke barat (2500 SM) dan Timur (2000 SM atau 1500 SM) menuju Oseania. Austronesia dari Jawa dan Sumatera kemudian ada yang bermigrasi ke Semenanjung Malaysia dan Vietnam pada sekitar 500 SM, pada periode yang hampir sama sebagian orang Austronesia dari Kalimantan ada pula yang berlayar hingga sejauh Madagaskar (Tanudirdjo & Bagyo Prasetyo 2004: 82—84).

TKA Biologi
Latihan Soal TKA
Senin, 21 Sep 2026 - 22.27
TKA Biologi

Malaria merupakan salah satu penyakit yang pernah menyerang jutaan penduduk di berbagai belahan dunia. Untuk mengatasi penyakit malaria, dilakukan beberapa tindakan yang terbukti berhasil, yaitu memberikan obat kina dan pembasmian nyamuk dengan menyemprotkan DDT. Tabel berikut merupakan hasil penelitian tentang efektivitas pemberian obat kina dan penyemprotan DDT dalam menurunkan angka penderita malaria di dua wilayah berbeda.Berdasarkan data tersebut, strategi apa yang paling tepat untuk menurunkan jumlah penderita malaria di kedua wilayah? Tentukanlah apakah pernyataan-pernyataan berikut Tepat atau Tidak Tepat sesuai dengan hasil analisis data tersebut!

TKA Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Mapel Pilihan)
Latihan Soal TKA
Senin, 21 Sep 2026 - 00.18
TKA Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Mapel Pilihan)

1. Sistem pemerintahan Indonesia terbagi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang hubungannya diatur sesuai peraturan perundang-undangan. Hubungan ini kerap menimbulkan berbagai tantangan, terutama dalam pelaksanaan otonomi daerah, pembagian anggaran, serta sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah.Berdasar ilustrasi tersebut, tantangan dari hubungan antara pemerintah pusat dan daerah, yakni….A.ketidakmampuan pemerintah pusat dalam memenuhi semua kebutuhan anggaran pemerintah daerahB.berbagai kebijakan pemerintah daerah kadangkala tidak sejalan dengan penerapan program nasionalC.masih belum adanya sinkronisasi ruang lingkup otonomi antara pemerintah pusat dan daerahD.keterbatasan kewenangan dari pemerintah pusat dalam mengawasi pelaksanaan otonomi di daerah2.Sila pertama Pancasila berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa”.Tentukan Benar (B) atau Salah (S) makna dari sila pertama Pancasila pada pernyataan berikut ini !

Literasi Kebencanaan: Bekal Penting Hadapi Situasi Darurat
Literasi Geografis
Senin, 21 Sep 2026 - 00.04
Literasi Kebencanaan: Bekal Penting Hadapi Situasi Darurat

Indonesia hidup berdampingan dengan berbagai potensi bencana, mulai dari banjir, gempa bumi, hingga kebakaran dan cuaca ekstrem. Namun, ancaman tersebut sering kali dianggap sebagai sesuatu yang biasa dan baru disadari serius ketika bencana benar-benar terjadi. Di sinilah literasi kebencanaan memiliki peran penting, karena bukan sekadar mengetahui jenis bencana, tetapi memahami cara bersikap sebelum, saat, dan setelah situasi darurat.1. Memahami Risiko di Lingkungan SekitarLiterasi kebencanaan membantu masyarakat mengenali potensi bahaya yang ada di wilayah tempat tinggalnya. Setiap daerah memiliki karakter risiko yang berbeda, sehingga pemahaman ini membuat seseorang lebih peka terhadap tanda-tanda awal bencana. Dengan mengetahui risiko sejak dini, masyarakat tidak mudah panik dan bisa mengambil langkah antisipatif yang lebih tepat.2. Mampu Menyaring Informasi Saat Kondisi DaruratDi tengah bencana, informasi sering beredar dengan sangat cepat dan tidak semuanya dapat dipercaya. Literasi kebencanaan membekali masyarakat dengan kemampuan untuk membedakan informasi yang akurat dan yang menyesatkan. Hal ini penting agar keputusan yang diambil tidak memperburuk keadaan, seperti mengikuti arahan yang keliru atau menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.3. Menyiapkan Diri Melalui TindakanPemahaman kebencanaan juga berkaitan erat dengan kesiapan tindakan. Mulai dari mengetahui jalur evakuasi, menyiapkan perlengkapan darurat, hingga memahami langkah penyelamatan diri yang aman. Pengetahuan praktis ini membuat masyarakat tidak hanya tahu apa itu bencana, tetapi juga tahu apa yang harus dilakukan ketika situasi darurat terjadi.4. Mendorong Kepedulian dan Kerja Sama SosialLiterasi kebencanaan tidak berhenti pada individu, tetapi juga membentuk kesadaran kolektif. Masyarakat yang paham kebencanaan cenderung lebih peduli terhadap keselamatan bersama dan siap saling membantu. Kerja sama antarwarga menjadi kunci penting dalam meminimalkan dampak bencana, terutama di wilayah yang rawan dan sulit dijangkau bantuan dengan cepat.Pendidikan dan media ikut mengambil peran penting dalam memperkuat literasi kebencanaan di tengah masyarakat. Sekolah, komunitas, hingga media massa dapat menjadi sarana untuk membiasakan masyarakat memahami risiko bencana sejak dini melalui penyampaian informasi yang sederhana dan mudah dipahami.Untuk itu, literasi kebencanaan merupakan bekal penting yang seharusnya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Dengan pemahaman yang baik, masyarakat dapat bersikap lebih siap, tenang, dan bertanggung jawab dalam menghadapi risiko bencana. Kesadaran ini bukan hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu menciptakan lingkungan yang lebih tangguh dan aman bagi semua.

ANBK Matematika
Latihan Soal ANBK
Jumat, 18 Sep 2026 - 00.38
ANBK Matematika

1. Dalam sebuah konferensi teknologi, dipaparkan sejumlah data bahwa dalam satu kelompok data yaitu setiap 10gadgetramah lingkungan yang diproduksi oleh perusahaan X, rata-rata jenisnya adalah sebagai berikut:4 unit ponsel pintar (smartphone);3 unit jam tangan pintar (smartwatch);2 unit komputer tablet; dansisanya adalah unit pelacak lokasi (smart tag).Seorang petugasquality controlmemilih 1 unitgadgetsecara acak dari kelompok data tersebut untuk diuji efisiensi dayanya.Mana saja pernyataan-pernyataan berikut yang benar terkait nilai peluang terpilihnya jenisgadgettersebut?Pilihlah semua pernyataan yang benar! Jawaban benar lebih dari satu.A.Peluang terpilihnya ponsel pintar adalah 40%.B.Peluang terpilihnyagadgetbukan komputer tablet adalah 0,2.C.Peluang terpilihnyagadgetbukan jam tangan pintar adalah 70%.D.Peluang terpilihnya unit pelacak lokasi adalah

Koleksi Buku

Landing Page
Laut Bercerita

Leila S. Chudori

Landing Page
Cerita Gokil Seputar Puasa

Amanda Ratih P, dkk

Landing Page
Belajar Bersama Oryza Mengenal Zat Gizi

Luthfia Dewi & Addina Rizky F.

Landing Page
Pramoedya Ananta Toer dari Dekat Sekali: Catatan Pribadi Koesalah Soebagyo Toer

Koesalah Soebagyo Toer

Landing Page
Karakteristik Pancasila sebagai Ideologi Terbuka

Eko Julianto

Landing Page
Kumpulan Cerpen Anak : Payung-payung Impian

Yosep Rustandi

0

Jumlah Koleksi

0

Jumlah Kategori

ic_user@1x

0

Jumlah Member ePustaka

Download Sekarang

AndroidHybrid
Informasi Kegiatan

Landing Page
Oops... Belum terdapat aktivitas untuk bulan ini